Mengejar Hati yang Bahagia

Berikut adalah beberapa keutamaan bagi orang yang mengkaji, memahami, merenungkan dan menghafalkan Al Qur’an.

وَأَحْسِنُوٓا۟ ۛ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِين

“……..dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Baqarah: 195)

Di antara bentuk ihsan ajaran Islam adalah syariatnya mengajak untuk menyambung silaturahmi kepada para kerabat. Ini termasuk akhlak yang mulia dan suci. Adab yang indah dan baik. Menyambung hubungan kekerabatan sendiri mempunyai tempat yang tinggi. Allah meletakkan wasiat tersebut dengan takwa kepada-Nya.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan darinya [263] Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain [264], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (An-Nisa: 1) [263] Maksud ‘darinya’ menurut jumhur mufassirin ialah dari bagian tubuh (tulang rusuk) Adam berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim. Di samping itu ada pula yang menafsirkan ‘darinya’ ialah dari unsur yang serupa yakni tanah yang darinya Adam diciptakan.

264] Menurut kebiasaan orang Arab, apabila mereka menanyakan sesuatu atau memintanya kepada orang lain mereka mengucapkan nama Allah seperti: “As-aluka billah” artinya saya bertanya atau meminta kepadamu dengan nama Allah.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ الْخَلْقَ حَتَّى إِذَا فَرَغَ مِنْهُمْ قَامَتْ الرَّحِمُ فَقَالَتْ هَذَا مَقَامُ الْعَائِذِ مِنْ الْقَطِيعَةِ قَالَ نَعَمْ أَمَا تَرْضَيْنَ أَنْ أَصِلَ مَنْ وَصَلَكِ وَأَقْطَعَ مَنْ قَطَعَكِ قَالَتْ بَلَى قَالَ فَذَاكِ لَكِ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ أُولَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمْ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ. (رواه مسلم).

Abu Hurairah mengisahkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Setelah Allah ‘Azza wa Jalla menciptakan semua makhluk, maka rahim pun berdiri sambil berkata, ‘Inikah tempat bagi yang berlindung dari terputusnya silaturahim (menyambung silaturahim).’ Allah subhanahu wa ta’ala menjawab, ‘Benar. Tidakkah kamu rela bahwasanya Aku akan menyambung orang yang menyambungmu dan memutuskan yang memutuskanmu?’ Rahim menjawab, ‘Tentu.’ Allah berfirman, ‘ltulah yang kamu miliki.’ Setelah itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Jika kamu mau, maka bacalah ayat berikut ini: “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan berbuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah dan ditulikan telinga mereka serta dibutakan penglihatan mereka.” (QS. Muhammad 22-23)

Dalam hadits tersebut disebut istilah arrahim. Siapakah rahim itu? Rahim adalah mereka yang tergabung dalam kerabat baik jalur dari ibu atau bapak. Rahim bisa bertingkat tergantung dekatnya jalur tersebut. Apapun kita mempunyai kewajiban untuk menyambungnya. Memberi salam jika bersua. Tetap menyambungnya apabila mereka memutuskannya. Melakukan kunjungan. Berbuat ihsan, dan sebangsanya.

Kategori

Dapatkan Konsultasi Gratis

Nama wajib diisi!
Keperluan wajib diisi!
Pesan wajib diisi!

© Madrasah Aliyah Islamic Centre Bin Baz is Proudly Owned by Bin Baz IT